Digital Nomad

Digital Nomad

Bayangkan generasi millenial ini ke depan, bukan hanya tidak perlu lagi space kantor untuk bekerja, mereka bahkan bisa melakukan pekerjaannya di manapun kapan pun, dan dari fasilitas apapun. Namun bisa jadi dengan segala sharing capacity business model yang sudah ada sekarang ini, baik itu airbnb untuk urusan rumah dan tempat tinggal, co-working space buat kantor, gojek, uber, grab untuk kendaraan… sepertinya kepemilikan bukanlah lagi menjadi sebuah keharusan.

Kebayang nggak… nanti orang sekalian jalan naik motor ke kantornya sekalian bisa jadi kurir…. sekarang kan udah ada sekalian pulang ke rumah sekalian ngojek atau ngegrab atau nguber jadi birokrasi, hirarkial dan luxuries karena sebuah fasilitas jabatan akan mulai terkikis perlahan.

Apa yang difokuskan ke depan dari generasi millenial adalah hasil karya dan hasil kerja bukan hanya sekedar pangkat dan jabatan.

Apa yang menjadi PR para orang tua dari anak2 generasi millenial…. mari kita bayangkan bahwa nanti anak2 kita akan menghadapi masa dimana perubahan-perubahan dalam pola perilaku kehidupan akan berubah sangat cepat, bahwa kemudian ketidakpastian akan semakin menjadi tak pasti, dan persaingan akan semakin kompleks dalam kehidupan karena semua sudah tak memiliki dan ada batasnya baik waktu maupun tempat. Dan semua itu didorong dgn kecepatan perkembangan technology dan digital.

Manusia di seluruh dunia dalam komunikasi akan terkoneksi dengan mudah melalui teknologi maka bahasa internasional menjadi sebuah keniscayaan untuk dikuasai. Teknologi akan semakin merata pemakaiannya secara massive dan cepat diseluruh jagat… maka relevansi kontekstual kekinian dalam kehidupan menjadi wajib untuk menghadapi persaingan global nanti (jangan kudet). Mindset pola berfikir menjadi bagian international citizen harus segera dikenalkan dr sejak dini bagi anak2 kita.

Source : Hadi Kuncoro >> Digital Nomad

Jabatan dan tempat bekerja sudah tidak relevan. Co-working space tumbuh di kota2 besar. Orang bekerja secara nomade sebagai digital nomader 🙂 . Inilah pekerjaan2 nomader :

  • Food Blogger
  • Travel Blogger
  • Freelancer : programmer, desainer
  • Youtuber / vlogger
  • Selebgram
  • Buzzer
  • Influencer (memiliki follower banyak, memiliki basis kompetensi kuat)

Dan masih banyak pekerjaan lainnya, seperti server admin yang bekerja secara remote atau juga teknisi jaringan.

Kita sedang tidak bicara bahwa profesi2 kekinian di atas terjadi di kota besar saja. Tapi tren-nya sudah ada di daerah-daerah.

Gaya hidup Millenials

  • Gaya hidup minimalis  : bike sharing, ride sharing
  • Berorientasi pada karya bukan pada pangkat atau jabatan.
  • Power Saving : kesadaran yg muncul alami akibat dampak kerusakan lingkungan
  • Senang berkolaborasi bukan  kompetisi
  • Malas berpikir (semua informasi ada di Google). Anak saya klo belajar banyak buka2 google).
  • Malas bekerja / penganut  esensialisme : Bekerja-sedikit tapi hasil maksimal.  Ada jargon anak2 imers sekarang, sedikit kerja banyak liburan.

Saya pikir milenials bukan tentang faktor generasi saja. Tapi gaya hidup yang timbul akibat pengaruh teknologi.

Image credit : Packing List of a Digital Nomad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *